Talaqi Madah (Belajar dari Nabi Sulaiman a.s)

Posted by Mira Senin, 16 Desember 2013 1 komentar

Rabu, 11 Desember 2013
Gedung Saluyu, Majalengka

Ustad Muslih
Ponpes bobos, cirebon

Ada 4 surat dalam alquran yg mengisahkan sulaiman:
1. al anbiya
2. an naml
3. saba
4. shadh

Dari Dr. Usman al khamis :
"kisah nabi itu sangat banyak tapi ada beberapa kisah nabi yg diulang-ulang, itu menunjukan Allah menginginkan kita agar mentadaburi/merenungi peristiwa yg dialami para nabi, kesulitan-kesulitan, kecapean, gangguan-gangguan, cobaan dalam memperjuangkan agama Allah"

❥  surat al anbiya 78-82:

(78) Dan ingatlah kisah Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberi keputusan mengenai ladang, karena ladang itu dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu.

(79) Maka Kami memberikan pengertian.kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat), dan kepada masing2 Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung2 dan burung2, semua bertasbih kepada Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.

(80) Dan Kami ajarkan pula kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperanganmu. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?

(81) Dan Kami tundukkan kepada Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami beri berkah padanya. Dan kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

(82) Dan Kami tundukkan pula (kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu, dan Kami yang memelihara mereka itu.

Ibrahnya bahwa seorang dai mesti memiliki 2 hal:
1. Ilmu
2. Sifat bijak

Keistimewaan sulaiman
1. Membuat baju besi
2. Menggerakan angin
3. Menggerakan syaitan (manusia danjin) agar tidak memberi kemadharatan

❥  Surat an naml 15-35:
"Ya Allah karuniakan kepadaku agar aku selalu bersyukur  terhadap nikmatMu, beramal shaleh dan digolongkan kedalam orang-orang shaleh"

❥ Saba' 12-14

(12) Dan Kami tundukkan angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanannya sebulan (pula). Dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izinbTuhannya. Dan siapa yang menyimpang diantara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan azab kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

(13) Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya diantaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap berada di atas tungku. Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.

(14) Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwavsekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.

Isshh.. sayang banget materinya ilang setengah.. lupa ga saya save, maen keluar aja tanpa save dulu ..ya udah dicicil yaa segitu dulu insyaAllah
lanjutkan


Read More >>

Foto Ayat Quran

Posted by Mira Minggu, 15 Desember 2013 1 komentar






Read More >>

Seperti apa kriteria calon imammu?

Posted by Mira Senin, 09 Desember 2013 1 komentar

Sejak menginjak usia 20 tahunan tema obrolan sobat pasti ga jauh dari ngobrolin kehidupan rumah tangga kaan?? Hayyooo..ga usah malu buat ngaku.. wajar kok sob, karna ya emang udah fitrahnya kali yaa.. *__*
coba saya pengen tau sudahkah sobat menetapkan kriteria untuk calon partner hidup sobat? Kalo sudah keren..nah ternyata setelah saya ngobrol sana sini dg kawan saya baik yg sdh berumah tangga maupun yg belum..saya byk dapet pelajaran mengenai bagaimana menetapkan kriteria untuk calon pendamping hidup*ssstt..just for girls yyyaah ;)

Pertama, agamanya.
Wahh jelas kalo masalah agama ini gak bisa ditawar. Wajib hukumnya wanita memilih calon pendamping yg seakidah dan seiman. Nah selanjutnya yg mesti diperhatikan adalah setaat apa ia menjalankan agamanya atau kata lainnya keshalehannya. Yg perlu sobat tau, "Keshalehan" ini ternyata relatif.. ada sebagian yg menyatakan seseorang shaleh jika sholat wajibnya ga pernah bolong sekalipun suka mepet, ada yg bilang "shaleh" itu kalo sering dateng ke mesjid, hmm..sangat disayangkan memang kalo kita masih memandang "keshalehan" itu dari segi ibadah ritual2nya saja padahal selayaknya kita melihat "keshalehan" seseorang itu secara menyeluruh di setiap sisi kehidupannya. Misal jika ia rajin shalat 5 waktu ya ia mesti punya kesadaran untuk shalat di awal waktu, menghidupkan ibadah sunnah dll. Semua itu...baru sebatas ibadah ritual yg merupakan shaleh pribadi, tuntutan sebagai seorang muslim kita diajarkan pula untuk bukan hanya shaleh pribadi tapi shaleh sosial, artinya keshalehannya pun mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya..misal keluarga, tetangga dan warga sekitar tempat dimana ia tinggal. yaa intinya orang disekitar merasakan kemanfaatan, kebaikan dari diri muslim itu..kan ada hadits Nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak, tak salah Nabi ajarkan itu karna pada dasarnya islam ini berkembang dan sampai kepada kita adalah keshalehan sosial para Nabi, Rasul, Sahabat dan Salafushalih.  Hmm rasanya susah yaa nemuin pemuda seperti itu di zaman sekarang?! Jangan pesimis sob.. masih banyak kok lelaki yg seperti itu..hanya saja ia menyembunyikannya.. marilah berusaha agar kita menjadi pantas untuk dipertemukan dg lelaki shaleh seperti yg kita harapkan

*kedua, kemapanannya
kemapanan, bukan berarti melulu soal harta atau materi...hal yg lebih penting yg harus kita lihat adalah kemapanan mental dan cara pandang. Bukan tidak mungkin rumah tangga kelak didera berbagai ujian, jadi mental atau cara pandang lelaki yg menahkodai bahtera rumah tangga ini perannya sangat menentukan. Kedewasaan dan cara pandang yang bijak dari seorang lelaki akan dituntut karna ia lah pemimpinnya, yg membimbing keluarganya. Kemana ia membawa keluarganya dikala ujian menimpa, apakah membawanya semakin dekat pada Allah atau menjauhi Allah.

Jadi inget twitnya ust. Felix Siauw:
"Tidak penting ia tau banyak, yang lebih penting itu ia mau belajar"

Tidak penting ia punya uang banyak, yang lebih penting itu ia tau bagaimana cara mendapat uang yang halal"

Ketiga, lingkungannya..
Lingkungan ini sangat erat hubungannya dengan "darimana ia?" "dimana ia?" "Dg siapa ia?"
Artinya kita mestilah cari tau asal-muasal keluarganya, bagaimana masyarakat sekitar memandang keluarganya, asal dikenal sebagai tetangga yg baik oleh keluarganya saja itu sudah cukup. Selain keluarga, lingkungan tempat dimana ia bekerja atau teman pergaulan juga merupakan salah satu referensi untuk mengenal seperti apa ia, kita bisa melihat karakteristik sahabat/kawannya insyaaAllah ini acuan benar karna ada pepatah mengatakan "jika kau ingin mengetahui seseorang, maka lihatlah teman-temannya".

3 poin mendasar itulah yg dapat saya simpulkan berdasar hasil sharing bersama kawan dan menyimak dari beberapa tausiyah ustadz.. untuk kriteria lain-lainnya boleh anda menambahkan sendiri.
Hmm..mungkin diantara kamu ada yang pernah denger "milih calon suami kok pilih-pilih..pasang kriteria segala"
Waahh.. betul kita memang harus pilih-pilih mencari pendamping hidup, apa sebab? Ingat, kita akan membersamai pasangan kita lebih lama dibanding kita membersamai orangtua kita, misal katakanlah jika punya umur sampai 65 tahun.. kita menikah di usia 25 tahun maka sisa hidupmu akan kau habiskan bersama pendamping hidupmu.. kita membersamai orang tua 25 tahun tapi dengan suami kelak akan lebih lama lagi dari itu.. maka habiskanlah sisa hidup ini dg kebaikan dg mengharap kita meninggal dalam keadaan husnul khatimah, maka salah satu yg bisa kita ikhtiarkan adalah pilihlah pendamping sekaligus imam yg mampu membimbingmu dalam ketaatan padaNya.


Read More >>
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of WARNA WARNI HIDUP.