Mengubah Sudut Pandang

Posted by Mira Rabu, 18 Maret 2015 0 komentar

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.

Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah ditanganinya sendiri.

Suami serta anak-anaknya menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.

Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :
"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.
"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"
Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.

Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".
Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya  "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi kekhawatiran buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu  tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming).
Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu
bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga
sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.

2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.

4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, itu berarti syukur Allah memberikan rezeki utk kita berpenghasilan.

5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.

7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras.

8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.

9. Untuk bunyi alarm keras jam 4.30 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.

10. Untuk yang memposting broadcast 'mengganggu' ini artinya masih ada orang baik yang mau berbagi Nasihat dan CINTA kepada kita 😊


Read More >>

Perseteruan Dua Cinta

Posted by Mira 0 komentar

Oleh:
Anis matta

“Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya diantara istri-istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagi kamu..”

Bisakah anda membayangkan bahwa suatu saat, istri dan anak-anak yang anda cintai, justru jadi musuh bagi anda? Mungkin. Mungkin sekali itu terjadi. Pada siapa saja. Karena cintanya pada istri dan anak-anaknya tidak “turun” dari cinta misi, dari cintanya kepada Allah. Atau sebaliknya. Jika cinta pada istri dan anak-anaknya tidak berhasil membawa mereka kedalam lingkaran cinta misi.

Itulah tragedi dua orang Nabi dan seorang perempuan shalihah. Dengan segenap cinta dan harapan jiwanya, Nabi Nuh masih terus berusaha mempertahankan istri dan anak-anaknya ketika tsunami itu datang. Tapi tidak!

Cinta misinya tidak tersambung dengan nasibnya. Begitu juga Nabi Luth. Istrinya ada dalam daftar umatnya yang dibinasakan Allah. Dan perempuan shalihah itu bernama Asia, istri seorang thaghut terbesar sepanjang sejarah, Fir'aun. Ketika cinta harus memilih, ia memilih Tuhannya. Ia memilih cinta misinya. Meskipun ia harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Itu saat yang getir. Ketika kita harus memilih dua cinta yang bertarung dalam jiwa. Dan Allah mengabadikan cerita pertarungan dua cinta itu dalam jiwa Nuh, Luth dan Asia. Agar kita mengerti bahwa permisalan itu adalah takdir kehidupan, bahwa siapa pun mungkin mengalami itu: saat-saat dimana kita harus memutuskan pilihan dari dua cinta yang tidak dapat dipertemukan.

Tidak harus selalu begitu, memang. Sebab juga ada cerita lain. Cerita tentang dua cinta yang bertemu. Seperti cinta Muhammad dan Khadijah, atau Yusuf dan Zulaikha, atau Adam dan Hawa. Cerita tentang Adam yang memakan buah khuldi yang terlarang adalah manifestasi cinta jiwa yang tidak terangkai dalam cinta misi. Tapi mereka segera bertaubat dan meluruskan arah cinta mereka. Tapi ketegaran Yusuf menghadapi godaan istri sang raja adalah pesona yang mengantarkan hidayah ke dalam jiwa Zulaikha. Adapun Muhammad dan Khadijah: itu kisah cinta yang sejak awal tumbuh dan berkembang dalam bingkai cinta misi.

Secara manusiawi perseteruan dua cinta ini lahir dari kecenderungan jiwa yang tidak terbingkai dengan nilai-nilai cinta misi. Itu cobaan hati yang paling banyak menimpa orang shalih. Ketika “bentuk” mengalahkan “makna”, ketika “rupa” mendahului “jiwa”, itu pertanda awal dari datangnya cobaan. Mereka yang memenangkan bentuk dan rupa, biasanya harus membayar harga kenikmatan duniawi dengan ongkos makna dan jiwa yang seringkali terlalu mahal. Itu sebabnya Rasulullah saw menganjurkan kita mendahulukan agama dalam memilih pasangan hidup.

Itu kalau harus memilih. Tapi masalah ini tentu selesai dengan sendirinya kalau bentuk terpadu dengan makna, rupa bertemu jiwa. Dan itu, kata Ibnu Qayyim, adalah puncak karunia dan kenikmatan dunia dan akhirat: menikahi perempuan shalihah, cerdas dan cantik sekaligus. Seperti Muhammad kepada Aisyah. Tidak mungkin memang. Tetapi tetap saja mungkin.


Read More >>

Trik Menghafal Al quran ditengah kesibukan Rumah tangga

Posted by Mira 0 komentar

Syahida.com – Saudaraku tercinta, aku persembahkan untuk kalian pengalamanku dalam menghafal Al-Qur’an. Semoga dengan menghafal kitab-Nya, Allah akan menyinari jalan kita dan meninggikan cita-cita kita. Hanya kepada Allahlah kita meminta keikhlasan dan kebenaran dalam setiap amal. Aamiin

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memudahkanku untuk mengikuti seminar melejitkan potensi otak. Sebab, seminar itu benar-benar menggelorakanku untuk menghafal dan menambah kecepatan hafalanku. Bagaimana tidak? Di hari pertamaku mengikuti seminar tersebut aku hanya mampu menghafal 6 lembar. Kemudian di hari kedua hafalanku menjadi 12 halaman. Bertambah hari, bertambah pula hafalanku. Di hari menjelang berakhirnya seminar hafalanku telah mencapai 50 halaman per hari. Puncaknya di malam terakhir menjelang tutupnya seminar hafalanku menjadi 72 halaman. Alhamdulillah.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya sebagai ibu, tanggungjawabku sangat besar. Mulai dari mengurus anak hingga kesibukan di rumah lainnya. Padahal, aku tidak memiliki seorang pembantu pun, selain kekuatan yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadaku. Sedangkan suamiku, tak kalah sibuknya dengan tanggung jawab yang dia miliki. Hingga aku hanya memiliki waktu khusus untuk menghafal Al-Qur’an 8-10 jam saja. Maka waktu tersebut, aku maksimalkan dan kumanfaatkan sebaik-baiknya agar aku dapat benar-benar berkonsentrasi. Akibatnya, aku pun tak pernah tidur di malam hari kecuali hanya 2 jam saja. Selain itu aku beristirahat di siang hari hanya 30 menit. Bagi orang yang mendapat pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala maka waktu tidur tersebut sudah mencukupi. Sebab tidur bukan untuk bermalas-malasan tetapi hanya untuk beristirahat.

Di siang hari, konsentrasi akan berkurang karena mengurusi anak-anak. Sedang ketenangan di malam hari dan di waktu setelah subuh adalah waktu yang mendukung untuk berkonsentrasi. Segala puji hanyalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saudaraku tercinta, jika hawa nafsu ataupun setan menguasai dirimu, maka berlindunglah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mintalah kepada-Nya pertolongan dan kemenangan! Tundukkanlah dirimu di hadapan-Nya, niscaya Allah tidak akan mengecewakanmu! Bagaimana mungkin Dia akan mengecewakanmu, padahal Dia telah berjanji akan mengabulkan doamu? Dialah, Allah yang memberi kemudahan bagi kita untuk menghafalkan Al-Qur’an. Saudaraku tercinta, ketahuilah Al-Qur’an itu mudah untuk dihafal, dibaca, dipahami dan direnungi!

Jika engkau mendengar orang yang mencelamu, maka tulikanlah telingamu! Jangan hiraukan! Katakanlah, “Hanya kepada Allah-lah tempatku meminta pertolongan dari apa yang engkau kira.” Seberapa pun ayat yang telah engkau hafal, maka bersujudlah sebagai ungkapan rasa syukur.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim)

Ketahuilah jika niatmu benar-benar ikhlas, maka selama Allah tidak akan menyia-nyiakan!

“Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu niscaya dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik.” (QS. Al-Anfal [8]: 70)

Bertawakallah kepada Allah, kobarkanlah semangatmu agar semua rintangan dapat engkau taklukkan! Memang, jalan menuju surga selalu diselimuti dengan berbagai hal yang tak mengenakkan.

Sadarilah, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan kepadamu nikmat yang agung. Tidak semua makhluk diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala nikmat tersebut. Ketahuilah, nikmat itu adalah akal. Di dalamnya terdapat tanda-tanda dan pelajaran yang menunjukkan betapa agungnya Penciptanya; Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita terkagum-kagum dengan teknologi komputer hari ini. Tetapi, kenapa tidak mengagumi Dzat Yang Menciptakan para penemu teknologi tersebut.

Sungguh, di dalam kenikmatan akal ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seluruh pujian yang hanya untuk-Mu wahai Rabbku, hingga Engkau meridhai kami. Maka kepada Allah-lah kita memohon agar kita tidak lalai dengan ayat-ayat-Nya.

Ya Allah, ajarkanlah kepada kami sesuatu yang bermanfaat bagi kami. Berikanlah manfaat kepada kami atas ilmu yang telah Engkau ajarkan. Aamiin

Sebagaimana yang aku sampaikan bahwa barangsiapa yang diberi kenikmatan waktu longgar oleh Allah, hendaknya tidak melewatkannya sedikit pun dengan menghafal Al-Qur’an. Apalagi jika waktu luang tersebut lebih dari 3 hari, alangkah lebih baiknya jika dia beri’tikaf. Sebab membuktikannya merupakan bukti terbaik dalam hal ini. Jikalau bukan karena tanggung jawabku yang begitu banyak, maka aku pun akan melaksanakannya.

Saudaraku tercinta, bersegeralah kalian untuk menghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat! Kuatkan tekadmu dan teguhkan asamu! Berkonsentrasi dan fokuslah! Usirlah setan dan nafsu yang membelenggumu! Sesungguhnya menghafal Al-Qur’an adalah surgamu di dunia dan akhiratmu. Maka, janganlah pelit terhadap dirimu sendiri! Demi Allah, kalian akan menemukan kelezatan dan kelapangan yang tak akan kalian temui selain dalam menghafal Al-Qur’an.

Maha Suci Engkau wahai Allah. Segala pujian pun hanyalah untuk-Mu. Tiada sesembahan yang patut di sembah kecuali Engkau. Kepada-Mu kami memohon ampun dan bertaubat.

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada kekasih kami Al-Musthafa Muhammad beserta keluarganya, sahabatnya, tabiin dan juga orang-orang sesudahnya yang mengikutinya dengan baik hingga Hari Akhir. Alhamdulillah Rabbil ‘Alamin.[1]

Diterjemahkan dari Kaifa Tahfazh Al-Qur’an fi Syahr, Amjad Qasim, to7af.com
Sumber : Kitab Hafal Al-Qur’an Tanpa Nyantri, Abdud Daim Al-Kahil -


Read More >>

Sepenggal Firdaus itu Bermula dari Rumah Kita

Posted by Mira 0 komentar

Oleh:
~Ustadz Anis Matta~

Renungan Keluarga dari Negeri Surga"

Kita berharap merealisasikan Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus bagi Dunia...
Sudahkah kita berupaya menjadikan Rumah kita sebagai Surga Dunia?

Seorang Istri yang shalihah akan menjadikan Rumah tentram dan menyenangkan...
Seorang Suami yang shalih akan menjadikan Rumah aman dan nyaman...
Anak-anak yang shalih-shalihah akan menjadi permata penghias nan menyejukkan...

Bagaimana dengan Rumah Kita?
Bagaimana dengan Suami Kita?
Bagaimana dengan Istri Kita?
Bagaimana dengan Anak-anak kita?

Sudahkah kita hadirkan Surga yang menentramkan di "Rumah" kita?
Ataukah kita lebih nyaman menghiasinya dengan gemerincing harta tanpa makna?

Jadikan momentum malam ini...
...sebagai tonggak baru menghidupkan rumah kita...
...sebagai tonggak baru menyinari rumah kita...

Saling hidupkan Tarbiyah Dzatiyah dan Ruhiyah dalam Usrah Muslimah...
Saling menjaga tilawah dan mengingatkan untuk Shalat berjama'ah...
Saling menguatkan hafalan dan membiasakan shadaqah...
Saling mendukung aktifitas dakwah dan menghidupkan nuansa harakiyyah...

Kita berharap merealisasikan Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus bagi Dunia...
Sadarlah bahwa semua berawal dari Rumah setiap kader dakwah yang ada...
Sudahkah Rumah kita menjadi syurga bagi jiwa-jiwa fana?

Semoga Allah Azza wa Jalla memberkahi ikhtiar kita...
Menjadikan Indonesia sepenggal Firdaus bagi masyarakat dunia...
Diawali dengan menjadikan Rumah kita sebagai Surga bagi penghuninya...
Rumah yang berfungsi sebagai Busur Panah yang kokoh dan perkasa...
Ladang Penyemaian yang kelak menghasilkan anak-anak panah peradaban...
Anak panah yang berjiwa ksatria...
Penghulu Gerak dan Kerja Dakwah...
Yang siap dilepaskan mengoyak sendi-sendi kemungkaran dunia...

Rumah kita...Keluarga kita...Inspirasi Keluarga Penghulu Surga...

Ya Allah, jadika keluarga kami keluarga SAMARADA ( Sakinah, Mawaddah, Rahmah, dan Dakwah)...
Amiiiin Ya Mujibas Saaailiiin....

Met Beraktifitas....
Siiru 'Alaa Barokatillah...
Barakallahu fiikum jamiii'an...

Wassalam
Alfaqir Ilallah


Read More >>

Islam in Singapore

Posted by Mira 0 komentar

🌀ISLAMIC NEWS CORNER
Rabu, 18 Maret 2015

Tema : "🇸🇬 Islam di Singapura 🇸🇬"

Edisi INC Perdana ( Perkembangan Islam Di Belahan Dunia)

“The Little Red Dot”, adalah salah satu julukan yg melekat pada pulau kecil ini.
🌀 Dgn daerah seluas 710 km², membuat pulau ini menjadi Negara terkecil di kawasan Asia Tenggara. Dialah Singapura yg terletak diujung selatan Semenanjung Malaya. Dipisahkan oleh selat Johor dgn Malaysia dan dipisahkan dari kepulauan Riau oleh selat Singapura. Singapura kini memiliki penduduk sebanyak 5 juta jiwa. Etnis mayoritas yg menempatinya saat ini adalah Cina, sisanya adalah Melayu, India, berbagai keturunan Asia, dan Kaukasoid.

🏡 Krn letaknya yg strategis, Singapura pernah menjadi salah satu pusat Da’wah Islam di Asia Tenggara. Islam mulai masuk ke Singapura sekitar abad ke-7 Masehi. Namun, sejak awal abad ke-9 ketika terjadi imigrasi besar2an etnis Cina, maka secara otomatis perkembangan Da’wah Islam di Singapura pun tidak lagi pesat.
Saat ini sebanyak 15 % penduduk Singapura memeluk agama Islam, mayoritasnya berasal dari etnis Melayu, sisanya terdiri dari komunitas India dan Pakistan serta sejumlah kecil dari Cina, Arab dan Eurasia. Jumlah ini terbilang cukup stagnan, disebabkan sangat ketatnya peraturan mengenai Islam di negara tsb. Sbg contoh, Singapura melarang pernikahan antara orang muslim dan non muslim. Seorang laki2 non muslim dilarang menikahi wanita Muslim, kecuali wanita tsb berpindah ke Agama non muslim.

🏡 Selain itu Singapura juga sangat ketat dalam memasukkan imigran ke negaranya, Singapura akan melarang imigran muslim, kecuali utk kepentingan profesional spt belajar atau bekerja.
Sejak tahun 1968, pemerintahan Singapura membentuk Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS), tugas utamanya ialah memberi nasehat kpd Presiden mengenai Islam. Dan sekarang MUIS-lah yg menaungi kehidupan umat Islam di Singapura.

🏡 Hal2 yg diatur oleh MUIS diantaranya,

• Syariah Court (pengadilan syariah)
• Haj Service (Pelaksanaan ibadah haji)
• Halal Sertification (Pengurusan sertifikat halal)
• Islamic Educatioan
• Zakat & Wakaf
• Mosque Management
• Madrasah Administrative.

🏡 Sebagai bagian dari Agama minoritas di Singapura, maka pelaksanaan syari’at disana tidak sebebas di Indonesia. Sbg contoh, masjid2 di Singapura hanya boleh mengumandangkan adzan dgn pengeras suara yg hanya mengarah ke dalam Masjid. Namun hal tsb tidak berlaku utk Masjid Sultan yg letaknya memang di pemukiman Arab dan India. Masjid Sultan ini merupakan salah satu Masjid terbesar dan tertua di Singapura. Utk menjumpai masjid di Singapura tidaklah semudah menjumpai masjid di Indonesia. Hal tsb dikarenakan Negara hanya mengizinkan pembangunan masjid besar. Masjid2 besar tsb diharapkan mampu menampung jama’ah dalam jumlah besar serta menyediakan berbagai fasilitas belajar. Masjid2 disana tidak hanya digunakan sbg tempat beribadah saja, namun ada juga masjid yg mengadakan kajian ba’da sholat subuh dan Magrib. Spt halnya di Indonesia, pada sore hari masjid2 disana digunakan sbg sarana belajar utk anak2. Stp dewan masjid juga menerbitkan media semacam majalah dan buletin sbg ajang da’wah dan ukhuwah sesama muslim.

🏠 Berbeda dgn di negara lainnya, para pengurus masjid digaji khusus dan memiliki ruangan pengurus eksekutif layaknya perkantoran modern.

🍴 Utk masalah makanan halal, kita tidak akan kesulitan menemukannya. Banyak restoran lokal baik yg dikelola oleh pribumi maupun etnis Arab dan India yg menyediakan makanan utk kaum muslim. Sementara utk mengecek kehalalan suatu produk, kita hanya harus mengecek adanya label halal dalam kemasan, krn MUIS mengaturnya dgn baik dan sekarang semakin banyak produk yg berlabel halal di Singapura.
🏡 Dalam hal pendidikan Islam, MUIS juga mengelola secara professional Madrasah2 yg ada di Singapura. Ada 6 madrasah yg berada dibawah naungan MUIS diantaranya,
• madrasah Al-Irsyad Al-Islamiah
• madrasah Al-Maarif Al-Islamiah
• madrasah Alsagoff Al-Islamiah
• madrasah Aljunied Al-Islamiah
• madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah
• dan madrasah Wak Tanjong Al-Islamiah. Sama spt di Indonesia, sistem pendidikan di Madrasah menggabungkan pendidikan Islam dan ilmu2 umum. Stp Madrasah dilengkapi juga dgn tekhnologi yg memadai. Utk membiasakan murid dgn teknologi, maka tiap 2 jam murid dibebaskan utk menggunakan aplikasi dan pemberdayaan internet.

🏡 Sayangnya jenjang pendidikan Islam yg tersedia disana baru sebatas dari tingkat TK sampai Aliyah (SMA), sementara utk jenjang pendidikan tinggi belum tersedia.

🏡 Keberadaan lembaga swadaya masyarakat juga sangat berperan dalam hal memajukan umat Muslim di Singapura. Saat ini tidak kurang dari 10 LSM yg berdiri di Singapura diantaranya,
• Association of Muslim Professionals (AMP)
• Kesatuan Guru-Guru Melayu Singapura (KGMS)
• Muslim Converts Association (Darul Arqam)
• Muhammadiyah, Muslim Missionary Soceity Singapore (Jamiyah)
• Council for the Development of Singapore Muslim Community (MENDAKI)
• National University Singapore (NUS) Muslim Society, Perdaus (Persatuan dai dan ulama Singapura)
• Singapore Religious Teachers Association (Pergas)
• Mercy Relief (Center for Humanitarian)
• International Assembly of Islamic Studies (IMPIAN)
• dan Lembaga Pendidikan Alquran Singapura (LPQS).

🌾Sbg salah satu Negara destinasi wisata, di Singapura juga terdapat wisata sejarah Islam yaitu Kampung Glam. Menurut sejarahnya, kampong ini dibangun oleh Gubernur Jenderal Stamford Raffles sbg pusat perdagangan bagi kepentingan the British East India Company, dan sbg hasil perjanjian dgn Sultan Hussein maka didirikanlah Kampong Glam sbg pemukiman kaum Muslim Melayu. Sultan Hussein sendiri mendirikan istananya disana pada tahun 1819, yg kini disebut Istana Kampong Glam. Istana ini setelah dipugar ber-kali2, sekarang menjadi Pusat Warisan Budaya Melayu, atau Malay Heritage Centre. Selain Kampung Glam, kita juga dapat mengunjungi Masjid Sultan. Menurut sejarah, Sultan Hussein yg mempunyai ide utk membangun Masjid tsb, maka masyarakat menamainya Masjid Sultan.

💫 Dgn berbagai keterbatasan di Singapura, namun hal tsb tidak lantas menghalangi Muslim di Singapura utk meningkatkan kualitas dirinya. Semakin lama perkembangan kualitas Muslim di Singapura semakin membaik dan menjadi potret yg mampu berkompetisi dan meningkatkan citra Islam ditengah pemandangan global yg kurang baik terhadap umat Muslim saat ini.

💫 Ketika Muslim Singapura ber-lomba2 meningkatkan kualitas hidup mereka ditengah berbagai keterbatasan, maka perlu kita pertanyakan pada diri kita, apa yg sudah kita lakukan utk memperbaiki kualitas diri dgn kebebasan yg sangat luas di negeri tercinta ini. Semoga sekelumit tentang Muslim Singapura dapat menambah semangat kita utk terus berlomba memperbaiki kualitas pribadi kita sbg seorang Muslim.

Wallahu'alaam bishshowwab

Reposted by :
Divisi Tsaqofah Islamiyah PSDM ODOJ

INC/01/18/03/2015/Divisi TSI - PSDM ODOJ


Read More >>

:::HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN:::

Posted by Mira Kamis, 12 Maret 2015 0 komentar

Adalah ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi [1] ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini. Suatu ketika,setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”
Percakapan ini membuat Abdullah gemetar. “Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”
Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni . Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”
“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah[2], tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)”
Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun.
Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, Tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria. Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, ditepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”
Sejenak Ulama itukebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini
Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar
Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.
laa syarika laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis
Ya allah aku rindu Mekah
Ya Allah aku rindu melihat kabah
Ijinkan aku datang…..ijinkan aku datang ya Allah
Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan.
Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji
“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hami, dan sering nyidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“ ya sayang”
“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”
Ustaz, sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh.
Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.
Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan “ tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“ Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata
Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal intuk kami dan haram untuk tuan” katanya.
Dalam hati saya: Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim? Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak m [dipotong oleh WhatsApp]


Read More >>

Cara Masuk Surga Sekeluarga

Posted by Mira Senin, 09 Maret 2015 0 komentar

Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir

1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini; "Kita kerjasama agar masuk surga sekeluarga yuk?"

2. Bagaimana caranya?. Lihat surat Ath Thur 25-26.

Para penghuni Surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk Surga sekeluarga. Mau tau?

3. Ceritanya penghuni Surga saling bercengkrama berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu?, koq bisa masuk Surga?,

4. Jawabnya seragam; "Kami bisa masuk Surga karena dulu di Dunia, dikeluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih Neraka".

5. Karenanya Visi rumah tangga orang beriman adalah; "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa Neraka, (At Tahrim; 6). .

6. Rumahku Surgaku, akan terjadi jika masing-masing anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa Neraka.

7. Siapa yang tak sedih jika ada salah seorg anggota keluarganya (ayah, ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa "Neraka"?.

8. Setiap anggota keluarga pasti sangat sedih jika Bahtera Keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.

9. Agar masuk Surga sekeluarga, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, jangan dibiarkan.

10. Jangan kecewa kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat, jangan lupa doakan.

11. Nabi Nuh alaihissalam tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh alaihissalam terus mendoakannya sampai akhirnya Allah tenggelamkan Kan'an.

12. Nabi Luth alaihissalam   pernah berhenti memperingatkan isterinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah binasakan isterinya bersama kaum Sodom.

13. Asiah binti Muzahim, tertatih-tatih peringatkan suaminya Fir'aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa alaihissalam, akhirnya Asiah yang dibunuh Fir'aun.

14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil, rasa iri dan dengki berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

15. Agar bisa masuk Surga   perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.

16. Ingatkan suami agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka Rumah Tangga.

17. Ingatkan isteri agar memperhatikan Pola Konsumsi Halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengkonsumsi yang haram.

18. Ingatkan anak-anak bahwa bahan bakar Neraka adalah Batu dan Manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya Neraka.

19. Ceritakan bahwa penjaga Neraka adalah Para Malaikat Perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintahNYA.

Akhirnya jangan lupa berdoa: rabbanaa hablanaa min ajwaajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a'yun wa ja'alnaa lil muttaqiinaa imaamaan. Aamin.

Semoga bermanfaat keluarga kita masing-masing dan buat kita smua. Aamiin.

Silahkan kalau mau SHARE...


Read More >>

Kisah Inspirasi

Posted by Mira Sabtu, 07 Maret 2015 0 komentar

copas dari ust Ahmad F Okbah.

Usai maghrib saya kedatangan tamu dirumah.

“ Assalamualaikum “ sapanya ketika sampai didepan pintu
“ Waalaikum salam “ Jawab saya sedikit kaget karena tidak mengenal tamu ini.” Anda siapa? “ tanya saya
“ Saya Sobari .“ katanya dengan wajah diliput senyum. "Bapak pengurus Masjid?
“ Ya. Betul Pak. Ada apa ? Apa yang dapat saya bantu “
“ Saya tadi melewati masjid yang sedang dibangun. Orang disekitar masjid meminta saya untuk menemui bapak ? “
“ Ada apa ?
“ saya ingin memberikan sadakah untuk penyelesaian pembangunan masjid “ katanya dengan tetap diliput senyum.
Saya memperhatikan penampilan orang ini. Tidak nampak dia memiliki kemampuan untuk bersedekah. Saya lirik diluar , tidak ada nampak kendaraan diparkir. Pasti orang ini datang dengan angkutan umum atau beca. Mungkin orang ini gila. Atau hanya ingin mempermainkan emosi saya.
Ya karena sudah hampir empat tahun masjid itu tidak pernah selesai. Sementara saya sebagai ketua Panitia Pembangunan Masjid sudah bosan mengajak masyarakat untuk berinfaq atau bersedekah. Tapi hasilnya hanya uang kecil yang terkumpul didalam kotak amal. Sementara kotak amal yang diletakkan disetiap sudut pasar atau rumah makan hanya menghasilkan uang tidak seberapa. Padahal masyarakat yang ada disekitar masjid ini terdiri dari para pedagang yang rata rata mempunyai omzet Rp. 3 juta perhari !
“ bagaimana Pak ? Kenapa bapak diam ?" tegurnya yang membuyarkan lamunanku.
“ Eh , iya.Pak ehm..berapa bapak mau sumbang ?" tanya saya masih diliput rasa tidak percaya.
“ Boleh saya tau ? berapa dana diperlukan untuk menyelesaikan masjid itu “ tanyanya dengan tenang. Pertanyaan yang lagi lagi membuat saya hilang hasrat untuk bicara banyak sama tamu ini. Dia pasti orang gila.
“ ya.. kita butuh dana sebesar Rp. 300 juta “ jawabku. Berharap orang itu cepat berlalu.
“ Baik, pak. Besok kalau bapak ada waktu , saya tunggu di Pengadilan Agama. Saya akan memberikan sadakah dihadapa hakim Agama.” Katanya tenang. “ jam berapa Bapak ada waktu ? “ lanjutnya
“ ya liat besok aja ya pak “ jawabku. Berharap orang itu cepat berlalu. Karena aku harus memimpin sholat isya dimasjid.
“ Baiklah , Ini nomor telp rumah saya. Kalau bapak siap , hubungi saya “ katanya. “ Permisi saya pamit dulu. Rumah saya jauh. “lanjutnya sambil berdiri dan berlalu. Baru saya sadar , tamu ini tidak saya tawarkan minum.
Setelah usai sholat Isa. Secara tidak sengaja saya melontarkan cerita kedatangan tamu kerumah kepada pengurus Masjid. Tanggapan mereka sama seperti saya. Orang itu gila dan tidak perlu dilayani. Karena besok semua pengurus punya banyak kesibukan, yang tidak mungkin meluangkan waktu untuk datang ke Pengadilan Agama.
Keesokan harinya. salah satu pengurus meminta saya untuk menemaninya ke show room mobil. Dia hendak menebus indent kendaraan yang dipesannya sejak empat bulan lalu. Karena lokasi show room tidak begitu jauh dari Kantor Pengadilan Agama maka saya tawarkan kepada teman ini untuk mampir ke Pengadilan. Dia sedikit sungkan tapi akhirnya setuju.
Langsung saya menghubungi orang yang akan menyumbang itu melalui cell phone kerumahnya. Dia langsung menyanggupi untuk datang. Berjanji jam 11 siang sudah sampai di Kantor Pengadilan.
“ Baiklah. Tapi saya tidak mau tunggu terlalu lama di kantor pengadilan itu. Lewat setengah jam anda tidak datang , saya akan pulang . “ kata saya tegas. Karena sebenarnya saya masih sangsi pada orang ini.
“ Insha Allah “ begitu jawabnya.
Tepat jam 11 saya dan teman sudah datang di pengadilan Agama. Tapi orang yang akan menyumbang belum juga datang. Lewat lima menit , Orang yang akan menyumbang itu datang dengan menumpang angkutan BECAK yang masuk langsung kedalam halaman Pengadilan. Bajunya sangat sederhana.
Teman saya yang melihat pemandangan itu , langsung tersenyum kecut.Bagaimana mungkin dia bisa menutup kekurangan pembangunan masjid
“ Mungkin kita yang gila. Mau-maunya nungguin dia.Tapi ya sudahlah , kita liat aja “ gerutu teman saya kala melihat kedatangan orang itu.
“ Assalamualaikum “ sapanya ketika sesampai didalam menjumpai kami.
“ Ya , Bagaimana Pak. Apakah bapak sudah bawa uangnya. “ tanya teman saya langsung kepokok persoalan.
“ Ini , uangnya “ katanya sambil memperlihatkan kantong semen ditangannya. “ mari kita menemui petugas untuk membuat akta penyerahan sumbangan ini. Maaf, bukan saya tidak percaya tapi ini perlu sebagaimama ajaran Alquran menyebutkan bahwa segala sesuatunya harus tertulis. “ katanya. Sambil melangkah kedalam menemui petugas pengadilan.
Tanpa banyak kata kata, orang ini langsung menyerahkan tumpukan uang dihadapan petugas pengadilan. Petugas itu menghitung. Jumlahnya 300 jt ! Petugas itu kemudian menyerahkan formulir untuk kami isi. Kemudian setelah tandatangani formulir itu ,maka uangpun pindah ketangan kami.
“ Pak , Cukuplah Bapak-Bapak sebagai penitia dan Pak Hakim yang mengetahuinya. Saya menyumbang karena Allah” katanya ketika akan pamit berlalu.
Melihat situasi yang diluar dugaan kami maka timbul rasa malu dan rendah dihadapan orang ini.Ternyata dia menunjukan kemuliaannya. Sementara kami dari awal meremehkan dan memandang sebelah mata padanya.“ Mengapa bapak ikhlas menyumbang uang sebanyak ini. Sementara saya lihat bapak , maaf terlihat sangat sederhana. Mobilpun bapak tidak punya. “ tanya teman saya dengan keheranan.
“ Saya merasa sangat kaya. Karena Allah memberikan saya qalbu yang dapat memahami Ayat ayat Alquran. Cobalah anda bayangkan. Bila uang itu saya belikan kendaraan , maka manfaatnya hanya seusia kendaraan itu. Bila saya membangun rumah mewah maka nikmatnya hanya untuk dipandang. Tapi bila saya gunakan harta untuk berjuang dijalan Allah demi kepentingan Ummat , maka manfaatnya tidak akan pernah habis. “ Demikian jawabnya dengan sangat sederhana tapi begitu menyentuh.
“ Apa pekerjaan Bapak “ tanya teman saya.
“ saya petani Kopi. Alhamdulillah dari hasil kebun Kopi , lima anak saya semua sudah menjadi sarjana dan sekarang mereka hidup sejahtera. Lima limanya sudah berkeluarga. Alhamdulillah, semua Anak dan mantu saya sudah menunaikan haji.”
“ Bapak memang sangat beruntung. Apa resepnya hingga bapak dapat mendidik anak yang sholeh” tanya saya.
" Resepnya adalah dekatlah kepada Allah. Cintailah Allah. Cintailah semua yang diamanahkannya kepada kita. Dan berkorbanlah untuk itu. Bukankah anak, istri , lingkungan dan syiar agama adalah amanah Allah kepada kita semua. Bila kita sudah mencintai Allah dengan hati dan dibuktikan dengan perbuatan maka selanjutnya hidup kita akan dijamin oleh Allah. Apakah ada yang paling bernilai didunia ini dibanding kecintaan Allah kepada kita... “
Dia berlalu dengan menumpang becak. Sementara saya dan teman saya tak berani mendahului becak yang ditumpanginya. Toyota Kijang merek terbaru yang baru saya beli bulan lalu serasa tak mampu melewati becak itu .Saya malu. Malu dengan kerendahan diri saya dihadapan orang yang tawadhu namun ikhlas berjuang karena Allah. Mungkin pengahasilan saya lebih besar darinya. Tapi merasa belum seikhlas dia. Saya menjadi merasa tak pantas menyebut diri ini mencintai Allah.

Sumber: sebagaimana diceritakan oleh hamba Allah.


Read More >>

KISAH CERDIKNYA SEORANG PEMUDA YANG IKHLAS

Posted by Mira 0 komentar

Yang menyaksikan kisah ini berkata :
Suatu hari aku di Mekah di salah satu supermarket. Setelah aku selesai memilih barang-barang yang hendak aku beli dan aku masukan ke kereta barang maka akupun menuju tempat salah satu kashir untuk ngantri membayar. Didepanku ada seorang wanita bersama dua putri kecilnya, dan sebelum mereka ada seorang pemuda yang persis di hadapanku di posisi antrian.

Aku perhatikan ternyata setelah menghitung lalu sang kashir mengatakan, "Totalnya 145 real". Lalu sang wanitapun memasukan tangannya ke tas kecilnya untuk mencari-cari uang, ternyata ia hanya mendapatkan pecahan 50 realan dan beberapa lembar pecahan sepuluhan realan. Aku juga melihat kedua putrinya juga sibuk mengumpulkan uang pecahan realan miliki mereka berdua hingga akhirnya terkumpulah uang mereka 125 real. Maka nampaklah ibu mereka berdua kebingungan dan mulailah sang ibu mengembalikan sebagian barang-barang yang telah dibelinya. Salah seorang putrinya berkata, "Bu.., yang ini kami tidak jadi beli, tidak penting bu..".

Tiba-tiba aku melihat sang pemuda yang berdiri persis di belakang mereka melemparkan selembar uang 50 realan di samping sang wanita dengan sembunyi-sembunyi dan cepat. Lalu sang pemuda tersebut segera berbicara kepada sang wanita dengan penuh kesopanan dan ketenangan seraya berkata, "Ukhti, perhatikan, mungkin uang 50 realan ini jatuh dari tas kecilmu…".

Lalu sang pemuda menunduk dan mengambil uang 50 realan teresbut dari lantai lalu ia berikan kepada sang wanita. Sang wanitapun berterima kasih kepadanya lalu melanjutkan pembayaran barang ke kashir, kemudian wanita itupun pergi.

Setelah sang pemuda menyelesaikan pembayaran barang belanjaannya di kashir iapun segera pergi tanpa melirik ke belakang seakan-akan ia kabur melarikan diri. Akupun segera menyusulnya lalu aku berkata, "Akhi…sebentar dulu…!, aku ingin berbicara denganmu sebentar". Lalu aku bertanya kepadanya, "Demi Allah, bagaimana kau punya ide yang cepat dan cemerlang seperti tadi?"

Tentunya pada mulanya sang pemuda berusaha mengingkari apa yang telah ia lakukan, akan tetapi setelah aku kabarkan kepadanya bahwa aku telah menyaksikan semuanya, dan aku menenangkannya dan menjelaskan bahwasanya aku bukanlah penduduk Mekah, aku hanya menunaikan ibadah umroh dan aku akan segera kembali ke negeriku, dan kemungkinan besar aku tidak akan melihatnya lagi.

Lalu iapun berkata, "Saudaraku, demi Allah aku tadi bingung juga, apa yang harus aku lakukan, selama dua menit tatkala sang wanita dan kedua putrinya berusaha mengumpulkan uang mereka untuk membayar kashir…, akan tetapi Robmu Allah subhaanahu wa ta'aala mengilhamkan kepadaku apa yang telah aku lakukan tadi, agar aku tidak menjadikan sang wanita malu dihadapan kedua putrinya… Demi Allah, saya mohon agar engkau tidak bertanya-tanya lagi dan biarkan aku pergi".

Aku berkata kepadanya, "Wahai saudaraku, aku berharap engkau termasuk dari orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka :

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (٥) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (٦) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (٧)

"Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah" (QS Al-Lail 5-7)

Lalu sang pemuda itupun menangis, lalu meminta izin kepadaku dan berjalan menuju mobilnya sambil menutup wajahnya.

[Sumber:Ustadz Firanda Andirja]

Semoga Bermanfaat ...
Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Allah ya Rabbal’alamin …


Read More >>

Dakwah Dusta

Posted by Mira 0 komentar

Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.

Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.

Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.

Gadis pujaan itu telah kasmaran sejak didengarnya sang bibi berkisah tentang pemuda idaman. Tetapi begitulah, cinta itu terpisah oleh jarak, terkekang oleh waktu, tersekat oleh rasa asing dan ragu. Hingga hari itu pun tiba. Sang pemuda berkunjung ke kota si gadis untuk sebuah urusan. Dan cinta sang gadis tak lagi bisa menunggu. Ia telah terbakar rindu pada sosok yang bayangannya mengisi ruang hati. Meski tak pasti adakah benar yang ia bayangkan tentang matanya, tentang alisnya, tentang lesung pipitnya, tentang ketegapannya, tentang semuanya. Meski tak pasti apakah cintanya bersambut sama.

Maka ditulisnyalah surat itu, memohon bertemu.

Dan ia mendapat jawaban. ”Ya”, katanya.

Akhirnya mereka bertemu di satu tempat yang disepakati. Berdua saja. Awal-awal tak ada kata. Tapi bayangan masing-masing telah merasuk jauh menembus mata, menghadirkan rasa tak karuan dalam dada. Dan sang gadis yang mendapati bahwa apa yang ia bayangkan tak seberapa dibanding aslinya; kesantunannya, kelembutan suaranya, kegagahan sikapnya. Ia berkeringat dingin. Tapi diberanikannya bicara, karena demikianlah kebiasaan yang ada pada keluarganya.

”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas kembali memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.”

Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”

”Betapa inginnya aku”, kata si gadis, ”Meletakkan jemariku dalam genggaman tanganmu.”

Sang pemuda berkeringat dingin mendengarnya. Ia menjawab sambil tetap menunduk memejamkan mata. ”Tak kurang inginnya aku berbuat lebih dari itu. Tetapi coba bayangkan, kulit kita adalah api neraka; yang satu bagi yang lainnya. Tak berhak saling disentuhkan. Karena di akhirat kelak hanya akan menjadi rasa sakit. dan penyesalan yang tak berkesudahan.”

Si gadis ikut tertunduk. ”Tapi tahukah engkau”, katanya melanjutkan, ”Telah lama aku dilanda rindu, takut, dan sedih. Telah lama aku merindukan saat aku bisa meletakkan kepalaku di dadamu yang berdegub. Agar berkurang beban-beban. Agar Allah menghapus kesempitan dan kesusahan.”

”Jangan lakukan itu kecuali dengan haknya”, kata si pemuda. ”Sungguh kawan-kawan akrab pada hari kiamat satu sama lain akan menjadi seteru. Kecuali mereka yang bertaqwa.”

Kita cukupkan sampai di sini sang kisah. Mari kita dengar komentar Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan tentangnya. ”Apa yang kita pelajari dari kisah ini?”, demikian beliau bertanya. ”Sebuah kisah yang indah. Sarat dengan ’ibrah dan pelajaran. Kita lihat bahwa sang pemuda demikian fasih membimbing si gadis untuk menghayati kesucian dan ketaqwaan kepada Allah.”

”Tapi”, kata beliau memberi catatan. ”Dalam kisah indah ini KITA TANPA SADAR MELUPAKAN satu hal. Bahwa sang pemuda dan gadis melakukan pelanggaran syari’at. Bahwa sang pemuda mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Bahwa ia meniupkan nafas da’wah dalam atmosfer yang ternoda. Dan dampaknya bisa kita lihat dalam kisah; SANG GADIS SAMA SEKALI TAK MENGINDAHKAN DAKWAHNYA. Bahkan ia makin berani dalam kata-kata; mengajukan permintaan-permintaan yang makin meninggi tingkat bahayanya dalam pandangan syari’at Allah.

Ya. Dia sama sekali tak memperhatikan isi kalimat da’wah sang pemuda. Buktinya, kalimatnya makin berani dan menimbulkan syahwat dalam hati. MULA-MULA hanya mengagumi wajah. LALU membayangkan tangan bergandengan, jemarinya menyatu bertautan. KEMUDIAN membayangkan berbaring dalam pelukan. Subhanallah, BAGAIMANA JIKA PERCAKAPAN DITERUSKAN TANPA BATAS WAKTU?

"KESALAHAN ITU", kata Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan memungkasi, "TELAH TERJADI SEJAK AWAL". Apa itu? "MEREKA BERKHALWAT! Mereka tak mengindahkan peringatan syari’at dan pesan Sang Nabi tentang hal yang satu ini".

Ya. MEREKA BERKHALWAT! BERSEPI BERDUAAN. Ya. Sang pemuda memang sedang berda’wah. Tapi meminjam istilah salah seorang Akh yang paling saya cintai dalam ’surat cinta’-nya yang masih saya simpan hingga kini, ini adalah "DAKWAH DUSTA!" Dakwah dusta. Dakwah dusta. Di jalan cinta para pejuang, mari kita hati-hati terhadap jebakan syaithan. Karena yang tampak indah selalu harus diperiksa dengan ukuran kebenaran.

Penulis: Ust. Salim Akhukum Fillah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Komentar Admin:
Berkhalwat dalam kondisi seperti di atas (ketemua berduaan) memang akan sulit kita jumpai di tengah-tengah para aktivis dakwah saat ini. Bukan karena mereka telah selamat dari fitnah, tapi karena syaitan telah membantu mereka membungkus khalwat tersebut dengan sesuatu yang dianggap biasa saja, yakni berkhalwat via sms-an, telponan, chatting-an, dan cara lain yang semacam. Di sanalah tempat mereka saling bernasihat satu sama lain, namun diiringi dengan candaan-candaan yang membuat pipi memerah jambu, "senyum-senyum tak jelas" kata teman yang berada di sampingnya. Inilah modus baru yg sedang tren belakangan ini. Kita berharap semoga Allah senantiasa menjaga hati-hati kita dari perbuatan-perbuatan yang terlarang, yang justru dapat menjadi sebab dakwah ini tidak mendapat pertolongan dari Allah, tersebab para pengusungnya yang tidak memenuhi syarat sebagai orang-orang yang berhak mendapat pertolongan karena maksiat yang telah hatinya. Na'uudzubillahi min dzaalik.


Read More >>

dari Umar Ibn Khatab

Posted by Mira 0 komentar

Bismillah.

Umar Bin Khattab pernah berkata : Aku tidak mau hidup lama di dunia yang fana ini, kecuali karena tiga hal : Keindahan berdakwah dan berjihad di jalan-Nya. Repotnya bangun dan berdiri untuk Qiyamul Lail. Dan indahnya bertemu dengan sahabat-sahabat seiman.

Mungkin kisah berikut ini mampu mengawal perasaan kita. Betapa ukhuwah itu merupakan penanda iman kita.

Semenjak Rasulullah wafat, Bilal menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi.

Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata : Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.

Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.

Kesedihan sebab ditinggal wafat Rasulullah terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya : Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?

Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah ke makam Rasulullah. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Rasulullah.

Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Rasulullah, pada sang kekasih.

Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah Hasan dan Husein. Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut.

Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal : Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami.

Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu.

Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Rasulullah masih hidup.

Mulailah dia mengumandangkan adzan.

Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.

Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illallah, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.

Dan saat bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan.

Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu madinah mengenang masa saat masih ada Rasulullah diantara mereka.

Hari itu adalah adzan pertama dan terakhir bagi Bilal setelah Rasulullah wafat. Adzan yang tak bisa dirampungkan.

Bayangkan kita seolah sedang hidup bersama di tengah-tengah mereka.

Hamba-hamba Allah yang selalu terhubung dengan langit dan merasakan indahnya ukhuwah dalam kebenaran dan kemuliaan.

Maka jika masih ada batas dalam perjalanan ukhuwah kita, bisa dipastikan kita telah gagal menggenggam makna ukhuwah yang sebenarnya.

Ada sebuah nasihat dari Ibnul Qoyyim Al Jauziyah : Ukhuwah itu hanya sekedar buah dari keimanan kita kepada Allah.

Jadi jika ukhuwahnya bermasalah mari kita evaluasi keimanan kita kepada-Nya.

Efek dari hubungan baik kita dengan yang ada di langit secara langsung berefek pada baiknya keterhubungan kita dengan bumi.

Dalam sebuah kutipan ada yang mengingatkan kepada kita : Sebesar  cintamu pada Allah, sebesar itu pula cinta orang lain kepadamu. Sebesar ketakutanmu akan murka Allah, sebesar itu pula keseganan orang lain terhadapmu.


Read More >>
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of WARNA WARNI HIDUP.