Big NO to RIBA !!

Posted by Mira Minggu, 10 Juli 2016 0 komentar

*post dari owner Mouza Muslimah

BIG NO TO RIBA!!
Kemarin siang ketika beres2 toko, tak sengaja menemukan dokumen ini, dokumen yang saya fikir sudah saya buang, ternyata masih ada, usang dan sobek.
Tiba2 air mata mengalir deras.. otak saya dipaksa mengingat2 lagi kenangan pahit ini. Riba! Yang telah membuat saya hidup tak jelas arah. Sebegitu terlenanyakah saya dengan riba.. sampai saya terjerat,tersungkur tak berdaya di putaran roda terbawah menghadapi kerasnya hidup jauh dariNya..
Sepertinya, Riba itu mengandung zat adiktif yang membuat pelakunya ketagihan. Ketika itu, apa yang saya inginkan begitu mudah dicapai. Semua sesuai target. Saya ingin beli tanah, bank memenuhi, belumlah lunas, ditawari kembali untuk biaya bangun, saya terlena, belum lagi modal usaha, kendaraan, semuanya hasil kredit dari bank, kerjasama dengan leasing. Terngiang banyak orang bilang "Pengusaha ya wajar banyak utang", atau "Gunakan duit bank kl mau sukses," atau "Ngapain pake duit sendiri kalau bank mau ngasih,". Saya terlena. Padahal kata2 itu adalah lubang perangkap yang akan menenggelamkan kita pada kegelapan yang paling pekat.
Perusahaan kolaps dengan cara yang tak pernah kami duga. Dengan musibah beruntun yang datang tak henti2. 2014 akhir, 3 ruko yg dijadikan jaminan itu akhirnya ditulis "Bangunan ini akan segera dilelang". Karena 3 bulan saya sudah menunggak (pernah direschedule sekali, dan menunggak lagi 1bulan dan tidak diberi kesempatan lagi) . Huhhh, berasa lagi degdegannya kalau saya ingat bahwa saya pernah punya cicilan 20jt/bulan (kurleb hampir 4th yang terbayar). waktu itu saya punya penghasilan sekitar 50jt/bulan dr 1 toko, blm 2 toko lainnya, kecil2 tp ya lumayan.
Ya, banknya SYARIAH. katanya SYARIAH. Tapi aturan tetap aturan. Tak ada ampun bagi siapapun, tak sanggup bayar, jual! tak bisa jual, lelang!
Bank itu hanya mau dekat2 kita kalau kita bisa memberikan keuntungan buat mereka, kalau tidak, siap2 aja menghadapi kehancuran.
Saya hanya diberi waktu maksimal 3 bulan untuk menjual ruko seharga 1,5M, di daerah. Tapi, saya tak bisa. Ya sudah pasrah..
Waktu itu tak banyak yang tau kisah ini, pun teman2 terdekat, meskipun saya msh sering update FB. Toh saya ceritapun mungkin tak akan ada yang percaya. Ada yang saya punya janji dan tak bisa ditepatipun akan bilang "ngarang, alibi, cuma alesan, dll"
Tlp tak berhenti berdering, yang nagih dari bank datang hampir tiap hari. Mobilpun diserahkan sama yang biayain alias leasing, tanpa basa basi, setelah disita tak ada konfirmasi apapun, dana lebih, dll (sudah nyicil 1th, kontrak 2th). Hanya bisa pasrah sampai titik terendah.. Sampai akhirnya harus ngekos, tidur sekamar berlima.. (nulis ini gemeteran sambil nangis), terbayang lagi bagaimana si kakak harus pindah sekolah, harus berhenti semua lesnya, harus menjatah anak2 lauk makan 1500/hari..
Ah gak sanggup ceritain detilnya.
Temans, intinya harta itu titipan. Tak usah dipaksakan jika memang belum mampu beli. jangan percaya omongan "kl tidak kredit ga akan punya2". Allah maha kaya, MAHA KAYA. sekali lagi, MAHA KAYA. "kl tidak kredit ga akan punya2", orang yang bilang gitu, dia tidak percaya sama Allah, makanya kl ga kredit dia ga akan punya2.
Tidak. Saya tidak pernah menyesali semua kehilangan yang pernah saya alami dulu. Bahkan saya mensyukurinya. Dengan begitu Allah ingin saya lebih mendekat padaNya.
Sekarang, saya tidak akan pernah mengulanginya lagi. Gak apa2 sekarang kontrak dulu, kantor di garasi dulu. Kalau kebeli, baru pindah. Kalau masih belum kebeli, ya ngontrak aja lagi. Masih belum kebeli juga, kontrak again. Gimana kalau ga kebeli2? gak apa2 toh harta mah ga dibawa mati. Kasian dong anak2 kalau kontrak terus? gimana nanti masa depan mereka? ya ga gimana2, da Allah mah maha besar, anak2 sudah punya rezeki masing.
Insyaallah.. bisa.
Bismillah..
Semoga Mouza Muslimah Muslimah menjadi usaha kami, sumber nafkah kami yang lebih halal dan berkah. Aamiin..
# Lapairmata
Margin mirip bunga, beda nama doang.
(yang mau ambil rumah via KPR, Mobil, motor pk lising coba difikir lg)
"Tidak ada seorangpun yang melakukan praktek riba kecuali akhir dari urusannya adalah hartanya menjadi sedikit" (HR. Ibnu Majah, dari sahabat Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu anhu, disahihkan oleh Al-Imam Al-Albani Rohimahullah dalam Shahih Ibnu Majah)
Semoga menjadi perhatian untuk perbankan syariah di Indonesia agar menjadi lebih baik lagi agar tak ada pihak yang terdzolimi.
Alhamdulillah sekarang sudah bisa merangkak bangkit lagi, Allah menggantinya dengan lebih berkah. Sudah bisa beli mobil lagi, beli motor lagi, bisa usaha lagi, meskipun tidak mewah tapi hidup menjadi lebih tenang.


Read More >>

tentang keinginan memiliki Asisten Rumah Tangga

Posted by Mira 0 komentar

*copas

Suatu hari, suaminya melihat sang isteri sedang menangis sambil memasak makanan. Melihat hal itu, suami bertanya, “Wahai Isteriku, apa yang terjadi denganmu ? Apa yang membuatmu menangis ?”
“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya.
“Aku mengurus enam anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini”
Sang suami bertanya, “Apa yang harus aku lakukan?”
“Tolong carikan aku asisten perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.
“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja”, kata sang suami sambil membelai isterinya dengan penuh kasih sayang.
“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan.
Kau adalah seorang isteri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi keenam anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu.
Aku bisa saja mencarikan seorang asisten untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu” Ujar suaminya.
Sang suami kemudian berkata lagi, “Isteriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”
Sang Suami membelai Isterinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang Suami melanjutkan nasehatnya,
“Coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah puteri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya.
Ada 10 WASIAT Beliau kepada Puterinya :
1. Wahai Fatimah !
Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.
2. Wahai Fatimah !
Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.
3. Wahai Fatimah !
Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
4. Wahai Fatimah !
Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Wahai Fatimah !
Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap isteri.
Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.
6. Wahai Fatimah !
Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelekan.
Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah.
Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya.
Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga.
Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Wahai Fatimah !
Disaat seorang isteri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan.
Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.
8. Wahai Fatimah !
Disaat seorang isteri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Wahai Fatimah !
Disaat seorang isteri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Wahai Fatimah !
Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga.
Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.
Isterinya pun menangis karena merasa malu. Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.


Read More >>

BEGINI SKEMA RIBA MENJADIKAN ANDA BUDAK

Posted by Mira Senin, 18 April 2016 0 komentar

💢Terjadi penyesatan logika, ketika kita ditawari utang oleh sebuah bank, maka kita diiming-imingi dengan bunga yang murah sekali.

♥Biasanya mereka memberikan gambaran bunga HANYA 1% - 2% perbulan.

🔆Logika kita akan berbicara, dengan uang yang kita pinjam, ketika diputar untuk bisnis misalnya, setiap bulan kita bisa menghasilkan keuntungan misalnya 5% saja, maka dengan beban bunga hanya 1% - 2% perbulan, maka keuntungan kita masih ada 3%-4%.

💰Katakanlah kita pinjam uang Rp. 50.000.000,-
Dengan uang tersebut, kita berasumsi bisa menghasilkan Rp. 2.500.000 sebulan.
Sementara bunga bank hanya 1.5% misalnya. Maka besar bunga hanya Rp, 750.000,-. Itu artinya, keuntungan kita yang Rp. 2.5 juta - Rp. 750 ribu masih sisa =Rp. 1.750.000,-. Itu artinya, kita masih untung dengan melakukan pinjaman ke bank.

⛔Apakah anda termasuk orang yang berpikir seperti diatas?

Mari kita bongkar kesesatan logika kita.
✔1. Apakah anda lupa, bahwa modal yang anda dapat dari bank setiap bulan berkurang karena anda mengangsur pokoknya?
✔2. Anggap anda bisa dapat keuntungan bersih 5% dan selalu tetap (walaupun hampir tidak mungkin), maka setiap bulan keuntungan anda akan menurun karena modal yang anda pinjam harus anda kembalikan ke bank dalam bentuk angsuran setiap bulan.
✔3. Sementara modal anda setiap bulan berkurang, ternyata beban bunga yang anda tanggung tetap.
✔4. Didalam simulasi, seandainya anda mampu membukukan keuntungan tetap setiap bulan sebesar 5% (walaupun sebenarnya hampir tidak mungkin), maka di bulan ke-27, penghasilan anda akan minus, karena pemasukan anda lebih kecil dari bunga yang anda bayarkan.
✔5. Mulai bulan ini hingga terakhir, uang anda sendiri akhirnya akan ikut tergerus untuk membayar bunga setiap bulan.
✔6. Kondisi ini jauh lebih parah jika anda meminjam uangnya lebih besar lagi, dan jangka waktunya lebih lama lagi.
✔7. Kondisi minus seperti ini, biasanya tidak anda sadari, anda hanya beranggapan, bahwa anda butuh modal tambahan, sehingga, biasanya yang terjadi, sebelum lunas, anda akan mengambil utang baru lagi.
✔8. Ketika anda memutuskan mengambil utang baru, baik dengan Top Up, maupun dengan Take Over, maka anda akan kena biaya-biaya tambahan seperti: Bunga berjalan, beban beberapa kali angsuran, pinalti, provisi, biaya notaris, dll.
✔9. Sehingga pinjaman anda yang ke2, anggap anda pinjam uang 100 juta, paling anda hanya menerima beberapa puluh juta saja, karena anda masih memiliki angsuran yang belum selesai juga tanggungan biaya-biaya seperti diatas.
✔10. Jika sudah seperti ini kondisinya, maka kematian bisnis anda semakin cepat, kalau misal dipinjaman pertama anda minus dibulan ke-27, maka pinjaman ke-2 bisa jadi anda sudah minus dibulan ke 12, sehingga memaksa anda akhirnya top up lagi, ataupun take over lagi. Begitu seterusnya.
✔11. Yang harus anda mengerti, bunga dari bank 1.5% itu hanya akan anda nikmati saja dibulan pertama. Bukan setiap bulan!
✔12. Bank menghitung bunga itu dari NOMINAL PINJAMAN PERTAMA anda, bukan BESAR UANG YANG MASIH ANDA PINJAM.

❗Jadi, jangan lagi percaya, bahwa bunga 1%-2% itu murah!

🚫Silakan pakai logika anda.

💡Saya jelaskan bahayanya riba, ga pake dalil Al Qur'an, ga pake hadits. Cukup pakai akal sehat anda sudah cukup, maka anda akan mengerti bahwa riba itu seperti racun yang akan membuat kita mati, baik cepat ataupun lambat.

📚Anda yang ingin menghitung sendiri simulasinya, silakan download disini rumusnya, gratis:
https://drive.google.com/file/d/0Bzeoajn7I67WLTdfMk9jcUkydXc/view?usp=sharing
(Copy dan paste link tersebut di browser anda)

👔 ini FAKTA Lho...

🍃Mohon sebarluaskan informasi ini, agar semakin banyak orang yang terselamatkan dari bahaya riba.

☀Berdakwah adalah Fardhu 'Ain, kewajiban setiap muslim.


Read More >>

Pidato Politik Abu Bakar Setelah di Angkat Menjadi Khalifah

Posted by Mira 0 komentar

#copas dari grup whatsapp

RENUNGKAN INI...

Sahabat dunia islam, Sehari setelah dibaiat kaum muslimin sebagai khalifah di Saqifah Bani Saidah, Abu Bakar Ash-Shiddiq berjalan pelan menuju mimbar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi dengan perasaan gugup.

Pidato Politik Abu Bakar Setelah di Angkat Menjadi Khalifah, Khalifah pertama itu menghadap ke arah kaum muslimin. Inilah kali pertama dia menyampaikan pidato politik setelah terputusnya wahyu dari langit dan jasad Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang suci telah berkalang tanah.

Berikut ini adalah petikan pidato Abu Bakar yang bersejarah itu:

“Amma badu, wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah diangkat sebagai pemimpin kalian meski aku bukan yang terbaik di antara kalian. Jika aku berbuat baik, dukunglah saya. Sebaliknya jika aku berbuat salah, luruskanlah saya.

Kejujuran itu merupakan amanah, sedangkan dusta itu merupakan pengkhianatan. Kaum yang lemah menempati posisi yang kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan padanya haknya dengan izin Allah.

Sedangkan, kaum yang kuat menempati posisi yang lemah di sisiku hingga aku dapat mengambil darinya hak orang lain dengan izin Allah.

Jika suatu kaum meninggalkan perkara jihad di jalan Allah, mereka akan ditimpakan kehinaan oleh Allah.

Jika kemaksiatan telah meluas di tengah-tengah suatu kaum, Allah akan menimpakan bala kepada mereka secara menyeluruh.

Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika aku bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kalian tidak wajib taat kepadaku. Bangunlah untuk melaksanakan shalat, semoga Allah merahmati kalian.”

Dengan pidato politiknya itu Abu Bakar ingin menegaskan kepada setiap orang bahwa jabatan itu merupakan sebuah kerugian bukan keuntungan, sebuah tanggung jawab bukan penghormatan, sebuah pengorbanan bukan penghargaan, dan sebuah kewajiban bukan kesewenang-wenangan.

Abu Bakar pun ingin menghilangkan kesan di tengah masyarakat bahwa seorang pemimpin itu harus dihormati secara berlebihan. Justru, seorang pemimpin itu diangkat untuk memberikan pelayanan dalam agama Allah dan risalah-Nya.

Allah Taala mengangkatnya sebagai pemimpin untuk melayani rakyatnya bukan sebaliknya rakyatnya yang melayani dia.

Dengan demikian, Abu Bakar telah meletakkan batasan tanggung jawabnya termasuk batasan kewajiban kaum muslimin.Menurutnya, umat harus berperan aktif dalam persoalan kepemimpinan. Mereka harus menjadi mitra pemerhati dan bukan pengikut yang tak mau tahu.

Setelah itu, kaum muslimin menetapkan gaji Abu Bakar sebesar dua ribu dirham setahun.

Abu Bakar berkata, “Tambahlah sedikit, karena aku memiliki keluarga. Kalian telah menyibukkan aku dari perniagaan.”Kaum muslimin pun menambahkan lima ratus dirham untuk Abu Bakar.


Read More >>

Empat Alasan Mengapa Jihad Harta Menjadi Keharusan

Posted by Mira 0 komentar

SATU di antara wujud jihad yang paling ditekankan oleh Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah jihad harta dan jiwa. Bahkan dalam sejarah Islam di masa Rasulullah jihad harta dan jiwa ini menjadi amalan dominan kaum Muslimin kala itu.

Dan, Muslim yang melakukan jihad harta dan jiwa Allah Ta’ala tegaskan sebagai Muslim yang sesungguhnya.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar” (QS. Al-Hujurat [49]: 15).

Akan tetapi, dalam kesempatan ini kita akan bahas lebih jelas tentang jihad harta, apa dan mengapa. Menurut Dr. Nawwaf Takruri dalam bukunya “Keajaiban Jihad Harta” mengatakan ada tujuh alasan, mengapa jihad harta menjadi keharusan. Namun kita akan ambil empat diantaranya.

Pertama, menjalankan perintah Allah Ta’ala

Hukum jihad harta adalah wajib, sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa karena jihad kedua tidak dapat terlaksana dengan sempurna tanpa jihad pertama.

Jihad dengan harta merupakan persoalan yang berdiri sendiri dan tidak dapat digugurkan oleh jihad dengan nyawa, karena kedua jihad terseut merupakan dua taklif (ketetapan hukum) yang setara. Melainkan bagi yang memang tidak mampu mengerjakan salah satunya.

Kedua, berharap meraih keutamaan jihad di jalan Allah dengan harta

Menjelaskan hal ini Dr. Nawwaf Takruri mengambil hujjah dari Al-Qur’an.

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” (QS. At-Taubah [9]: 111).

Kemudian dalam satu hadits juga dijabarkan, “Siapa yang menafkahkan harta di jalan Allah, maka dicatat baginya (pahala) sebanyak 700 kali lipat” (HR. Tirmidzi). [Baca: Ayo Jihad Harta!]

Ketiga, menghindari dampak buruk keengganan berjihad dengan harta di jalan Allah. Ancaman Allah terhadap Muslim yang enggan mengamalkan perintah jihad harta sungguh tidak main-main. Hal ini patut menjadi renungan setiap saat.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah [9]: 34, 35).

Keempat, merealisasikan niat tulus untuk menjalani jihad nyawa

Mukmin yang mau berjihad dengan hartanya sebenarnya telah memiliki bukti ketulusan hasrat untuk berjihad dengan nyawa ketika kesempatan terbuka. Dengan demikian dia telah berbuat sesuai peluang jihad yang tersedia.

Akan tetapi, jika enggan menunaikan kewajiban jihad yang mampu dikerjakan, lalu mengaku mendambakan dan merindukan jihad yang lain, maka ha
l itu membuktikan bahw a pengakuannya kosong belaka dan kerinduannya tidak tulus karena yang disanggupinya saja tidak dia kerjakan.

Dengan demikian, umat Islam jangan anti terhadap harta, karena harta sangat diperlukan dalam pergerakan dakwah dan pendidikan umat, bahkan jihad untuk kemaslahatan umat. Bahkan umat Islam perlu berusaha menjadi kaya dengan niat bisa jihad harta.

Akan tetapi, jika jihad harta belum mampu kita wujudkan, setidaknya kita tidak menjadi orang yang kikir, karena kekikiran adalah seburuk-buruk perbuatan dan jika itu tetap dilakukan, sungguh kerugian yang akan ditimbulkan akan sangat memberatkan kehidupan kita, baik dunia, lebih-lebih di akhirat. Wallahu a’lam.*

:point_up_2: alasan kenapa GENPRO ada..


Read More >>
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of WARNA WARNI HIDUP.