Memulai belajar "pengertian" kepada anak laki-laki

Posted by Mira Kamis, 09 Maret 2017 0 komentar

Di Indonesia hampir semua anak perempuan dididik orangtuanya untuk menjadi istri yang baik. Mereka diajari memasak enak, "Agar nanti disayang suami," kata ibunya. Bertahun-tahun mereka diberitahu tentang pentingnya menjaga sikap yang ramah dan lemah lembut, "Biar suamimu sayang sama kamu, laki-laki manapun akan luluh oleh perempuan penyayang," pesan ayahnya. Hasilnya, rata-rata perempuan Indonesia punya mindset yang sama... Bahwa mereka perlu menjadi istri yang baik, yang bisa mengatasi semua kebutuhan rumah tangga, yang ingin disayangi suaminya.
.
Apakah anak-anak laki-laki diajari sebaliknya? Apakah sejak kecil anak laki-laki diberi nasihat, "Nak, jangan berlaku kasar, agar disayang istrimu," atau "Belajarlah pengertian, karena perempuan manapun akan luluh oleh suami yang penyayang." Rasanya, kebanyakan sayangnya tidak.
.
Mungkin itulah yang membuat kebanyakan suami dan istri di Indonesia memiliki mindset yang berbeda tentang membangun rumah tangga. Sementara para perempuan dididik menyayangi, bahkan "melayani", para laki-laki tak diajarkan untuk merendahkan egonya di hadapan istrinya kelak. Hasilnya? Silakan isi titik-titik berikut ini....
.
Tapi, mungkin kita bisa mulai mengubah semua itu dengan mendidik anak laki-laki kita... Agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berbeda.
.
FAHD PAHDEPIE.
.
(Ditulis setahun lalu, 6 Maret 2016)

Categories:

Like dan bagikan artikel ini:

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Memulai belajar "pengertian" kepada anak laki-laki
Ditulis oleh Mira
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://mardhiyanimira.blogspot.com/2017/03/memulai-belajar-kepada-anak-laki-laki.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of WARNA WARNI HIDUP.