PILAR KEBAHAGIAAN PERNIKAHAN

Posted by Mira Minggu, 05 Maret 2017 0 komentar

Oleh : Ust. Cahyadi Takariawan

Agar pernikahan menjadi berkah dan hidup berumah tangga diliputi suasana sakinah, mawaddah wa rahmah, diperlukan beberapa pilar berikut ini.
1. Niat menikah yang benar dan kuat
Menikahlah dengan niat ibadah, melaksanakan perintah Allah dan tuntunan Nabi Saw.
Niat melaksanakan pernikahan yang ikhlas karena Allah akan menjadi pondasi kebahagiaan hidup selanjutnya dalam keluarga.
Jangan menikah semata-mata karena dorongan syahwat, atau sekwdar menyslurkan hasrat untuk bersenang-senang.
2. Persiapan yang cukup
Bukan sekedar pengin nikah, namun harus memiliki kesiapan yang memadai.
Menikah itu untuk selamanya, bukan untuk sementara. Untuk itu diperlukan kesiapan secara spiritual, mental, moral, intelektual, finansial serta kesiapan fisik.
Tidak harus siap seratus persen, namun kesiapan harus memadai agar menikah tidak sekedar mengalir bagai air tanpa program dan perencanaan.
Menikah dan hidup berkeluarga itu tidak akan bertemu dengan hal-hal yang menyenangkan saja, namun juga bisa bertemu dengan persoalan dan berbagai sisi yang tidak menyenangkan.
Untuk itu, segala bentuk persiapan diperlukan untuk bisa menghadapi segala kemungkinan yang menghadang di hadapan.
3. Proses yang baik dan benar sesuai tuntunan agama serta negara
Kebaikan dan kelurusan proses pernikahan menjadi pilar penting untuk merealisasikan niat ibadah tersebut.
Jangan ada pelanggaran dan kemaksiatan sepanjang prosesnya, karena tengah menunaikan ibadah yang sakral.
Dalam hukum pernikahan sesuai tuntunan agama, ada rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Ada pula berbagai larangan yang harus dijauhi.
Keberkahan dari Allah akan lebih bisa diharapkan apabila kita mentaati ajaranNya. Jangan mengira bahwa kebahagiaan pernikahan terjadi hanya karena anda menikah dengan seseorang yag anda cintai.
4. Penjagaan diri sebelum menikah
Kebersihan diri sangat penting untuk memunculkan kebahagiaan dalam kehidupan.
Jangan mengotori hati dengan pemuasan syahwat sebelum menikah. Jaga diri, dia belum halal bagi anda sebelum akad nikah.
Tunggu sampai resmi menjadi suami dan istri, baru bisa mengoptimalkan kesenangan-kese
nangan syahwat secara halal bahkan berpahala.
Jangan membiarkan diri berada dalam situasi menggantung tanpa kejelasan status. Segerakan proses menuju nikah dengan kebersihan hati.
5. Memilih calon dengan kriteria kebaikan agama
Jangan terpedaya oleh kecantikan, ketampanan, kekayaan, penampilan dan hal-hal fisik serta materi lainnya.
Yang paling utama adalah kebaikan agama yang bisa dilihat dari kebaikan akhlaknya.
Perhatikan kepribadiannya, bukan casingnya. Secantik apapun istri anda, jika perangainya buruk, akan menyengsarakan hidup anda.
Seganteng dan sekaya apapun suami anda, jika perangainya jahat, akan membuat anda menderita.
Pilih calon suami atau calon istri dengan kriteria utama kebaikan agama.
6. Komitmen untuk saling menguatkan dalam kebaikan
Setelah menikah, suami dan istri harus saling menguatkan untuk membentuk keluarga sakinah, mawadah wa rahmah di atas landasan iman.
Mereka memiliki komitmen untuk hidup dalam kebaikan, saling mengingatkan dan menguatkan untuk menegakkan ibadah serta amal kebajikan.
Tutup semua masa lalu yang tidak baik dengan taubat dan istighfar. Ganti segala yang buruk di masa lalu dengan komitmen baru dalam mengisi hari-hari bersama pasangan.
Hidup anda masih panjang membentang, jangan terbelenggu pada apa yang sudah silam.

Categories:

Like dan bagikan artikel ini:

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PILAR KEBAHAGIAAN PERNIKAHAN
Ditulis oleh Mira
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://mardhiyanimira.blogspot.com/2017/03/pilar-kebahagiaan-pernikahan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of WARNA WARNI HIDUP.